Sejarah

Update: 25 November 2013 , Dibaca: 3 

Geliat Hidayatullah Batam tidak pernah surut. Tantangan dakwah yang membentang melecut semangat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk ummat. Harapan besar agar Batam dapat menjadi beranda bagi gerakan dakwah Asean tampaknya bukanlah harapan kosong. Pertautan seluruh pihak yang bersinergi adalah turbin yang mendorong percepatan gerakan dakwah, sosial, pendidikan dan ekonomi di pulau industri ini.

Setelah menyelenggarakan pendidikan di kampus I Batu Aji mulai dari PG/TK, SD, SMP dan SMA, Hidayatullah Batam saat ini juga tengah mengepakkan sayapnya dengan membuka kampus II dari beberapa kampus yang tengah direncanakan, pada tahun 2010 lalu Hidayatullah Batam mendapatkan alokasi dari Badan Pengusahaan Batam lahan seluas 25.000 m2 dikawasan Tanjung Uncang. Hal ini untuk menjawab kebutuhan sekolah Islam Unggulan yang memadukan konsep Pondok dan Pendidikan Nasional di Batam.

Pada tahun 2012 dikawasan yang asri ini telah dibuka SDI Integral Luqman Al Hakim 02 dengan sistem Fullday School, SMPI Integral Luqman AL Hakim 02 Putri dengan sistem Boarding School (berasrama), dan tahun 2013 telah dibuka TKIT Yaa Bunayya 03.

Beberapa bangunan telah berdiri di kampus ini, diantaranya satu unit gedung TK 3 lokal, Gedung belajar SD & SMP 16 lokal, asrama santri 2 unit – 1 unit 2 lantai dan 1 lagi 1 lantai (dalam tahap penyelesaian), perumahan guru.

Menurut Pimpinan Hidayatullah Batam, Ustadz H. Jamaluddin Nur, untuk internal, pengurus Hidayatullah Batam senantiasa menyegarkan komitmen mempercepat gerakan pengembangan ini, sehingga satu irama dalam melangkah. Sementara eksternalnya, senantiasa membangun komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat, birokrasi, legislatif dan seluruh eleman yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan ummat.

Harapannya, wajah Hidayatullah akan tampil utuh, tidak parsial. Seluruh aspek dikembangkan secara profesional. Sehingga gerakan dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi pun bisa berjalan secara simultan.